14 Juli 2010

Meraih Untung dg Melunasi Sebagian Oustanding Hutang KPR Syariah


By : Alihozi
Banyak orang saat ini yang menginginkan sebuah rumah idaman khususnya untuk tempat tinggal walaupun ada juga yg untuk investasi di masa yang akan datang. Oleh karena itu maka tidaklah heran banyak orang saat ini dari berbagai profesi baik Pegawai swasta, PNS maupun pengusaha beramai-ramai mengajukan KPR Syariah untuk membeli rumah sebagai solusi kepemilikan rumah secara tidak tunai selain KPR Bank Konvensional.
Walaupun begitu banyak orang yg tidak mengerti bagaimana sih caranya agar bisa meraih keuntungan dengan mengambil KPR Syariah berikut ini saya akan menjawab dengan sebuah ilustrasi cerita:
Saya mempunyai seorang nasabah KPR Syariah yg bekerja di salah satu instansi pemerintah, kita panggil saja ia dg nama Tn  Untung (nama samaran red).
Profesi Tn Untung selain menjadi PNS ia juga mengajar di beberapa perguruan tinggi. Dengan profesinya tsb ia bisa membeli rumah untuk investasi melalui KPR Syariah tempat saya bekerja. Baru jalan satu tahun KPR nya dari 10 tahun yg disepakati,  Tn Untung menghubungi saya bahwa ia telah berhasil mengumpulkan (menabung) sejumlah uang dan ia meminta pendapat saya apakah harus melakukan pelunasan sebagian atas KPR Syariah nya yg masih berjalan.    

Lalu saya katakan kepada Tn Untung agar uang tabungannya tsb bila tidak ada kebutuhan yang sangat urgent atau peluang bisnis lain yang sangat menguntungkan agar dipakai untuk melunasi outstanding hutang KPR nya ke Bank Syariah tempat saya bekerja. Selain karena tidak kena pinalti Tn Untung bisa menambah porsi kepemilikan atas rumah KPR nya tsb menjadi lebih besar, memperkecil angsuran per bulan serta memperpendek jangka waktu KPR yg sudah disepakati.

Tn Untung akhirnya mengikuti saran saya, akhirnya ia melunasi sebagian outstanding KPR nya. Setelah itu angsuran KPR per bulannya menjadi lebih kecil dan jangka waktu KPR nya menjadi lebih singkat yaitu menjadi 5 tahun. Dan tidak lama kemudian  Tn Untung ingin membeli property yang lain melalui KPR Syariah karena property yang lama ditawar orang lain dengan harga yang menguntungkan.

Dari Ilustrasi cerita di atas ada beberapa kesimpulan yang bisa diambil agar anda bisa mendapatkan keuntungan bila mengambil KPR Syariah :
1.       Carilah KPR Syariah yang bisa melakukan bukan hanya pelunasan seluruhnya tetapi juga bisa melakukan pelunasan sebagian tanpa kena pinalti.
2.       Walaupun sudah membeli rumah melalui KPR Syariah , tetaplah hidup dengan berhemat , tidak boros agar bisa menabung untuk pelunasan sebagian outstanding KPR Syariah.
3.       Cobalah mencari sumber pendapatan lain selain gaji tetap agar bisa menabung karena orang yang kaya adalah bukan orang yg gajinya besar tapi orang yang banyak sumber penghasilannya.
4.       Apabila membeli property untuk investasi melalui KPR Syariah carilah yang marketable agar pada saat dijual memiliki nilai jual tinggi.
5.       Oh ya satu lagi,  Jangan lupa banyak bersedekah ya.

Selamat Mencoba Mengajukan KPR ke Bank Syariah,
Salam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
Praktisi Bank Syariah Telp Office : 021-2700075 ,  Hp:0812-1249-001  atau email ali.hozi@yahoo.co.id

02 Juli 2010

Ayo Kita Bisnis Property Dengan KPR Syariah


                                            
By : Alihozi
Pengalaman saya bekerja sebagai marketing bank syariah termuka di tanah air sungguh menambah wawasan saya di bidang bisnis property. Saya berkeliling ke seluruh daerah Jabodetabek menjalin kerjasama dengan para pengembang / pebisnis property  untuk pembiayaan pembangunan property dan juga untuk KPR bagi para pembeli/konsumen property tsb.
Hasil dari pemantauan saya tsb perkembangan bisnis property di daerah Jabotabek saat ini sungguh luar biasa pesatnya, karena  rumah merupakan salah satu kebutuhan primer bagi setiap keluarga dan penduduk Jabodetabek sendiri yang terus bertambah sedangkan keberadaan area lahan di Jabodetabek  tetap dan menjadi rebutan belakangan ini
Bisa dipastikan harga property di Jabodetabek  akan naik dari tahun ke tahun sehingga bisnis property di Jabodetabek saat ini merupakan bisnis yang sangat menggiurkan. Bukan hanya pebisnis property perusahaan-perusahaan besar tapi juga sudah banyak pebisnis property individual yang membangun perumahan di seluruh daerah Jabodetabek.
Ini merupakan salah satu peluang yang besar bagi perbankan syariah untuk memberikan pembiayaan bagi para pebisnis property di Jabodetabek. Pebisnis property bisa menjalin kerjasama dengan bank syariah untuk mengajukan pembiayaan pembangunan perumahan dan sekaligus juga untuk Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) bagi para konsumen / pembeli perumahan.
Berdasarkan pengalaman pribadi penulis sebagai praktisi bank syariah ternyata model/skim pembiayaan bank syariah sangat cocok untuk bisnis  property, karena konsumen perumahan di sini adalah para anggota masyarakat yang akan membeli property sudah banyak sekali yang sangat tertarik dengan  skim pembiayaan KPR Bank Syariah karena :
1.Jangka waktu KPR yang panjang sesuai pilihan nasabah

2. Angsuran yang kompetitif dan tidak berfluktuatif tajam dengan tingkat suku bunga pasar.

3.Tidak adanya penalty jika nasabah melakukan pelunasan di percepat

4.Dan terakhir daya tarik KPR Syariah adalah Nasabah bisa melakukan  pelunasan sebagian hutang KPR tsb  tanpa kena pinalty sehingga  hutang KPR nya bisa cepat lunas sebelum jangka waktu KPR nya berakhir dan nasabah bisa membeli lagi property yang lain dg menggunakan KPR Syariah.

Selamat mencoba Bisnis Property dengan KPR Syariah
Salam
Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
Praktisi Bank Syariah Office 021-2700075 Hp: 0812-1249-001 Email : ali.hozi@yahoo.co.id

15 Juni 2010

Hati-Hati Dalam Membeli Rumah Indent, Agar Tidak Merugi


By : Alihozi
Suatu hari siang yg panas dan lalulintas yg padat datang seorang ibu muda ke kantor saya di  daerah Fatmawati.  Ibu muda itu kita panggil saja Ibu MD (nama samaran red). Ibu MD sengaja memang menemui saya untuk mengkonsultasikan pengajuan KPR (Kredit Kepemilikan rumah) untuk rumahnya di salah satu perumahan di Jabotabek.
Ibu MD menceritakan kalau sebenarnya ia dan teman-teman kantornya berjumlah puluhan orang sudah pernah mengajukan pembelian rumah di salah satu developer yg tidak ternama.  Namun rumah yg akan dibeli tsb belum dibangun masih berupa tanah kavling (Indent) .  Ibu MD dan teman-temanya percaya kepada developer tsb karena pembeliannya bisa lewat KPR salah satu bank di Jakarta.
Setelah  mereka membayar DP (Down Payment)  sebesar 10% dari harga rumah tsb, ternyata setelah jalan 2 tahun rumah tsb tidak jadi dibangun, developer perumahan tsb telah kabur alias melarikan diri. Akhirnya Ibu MD dan teman-teman kantornya harus menelan pil pahit kehilangan uang yg dibawa kabur oleh developer gadungan tsb.
Kejadian tsb adalah kejadian nyata yg diceritakan langsung oleh Ibu MD kepada penulis. Yang mana  kejadian dialami oleh Ibu MD banyak juga orang yang mengalami hal serupa. Yang menjadi pertanyaan sekarang bagaimana atau tips-tips apa agar kejadian Ibu MD dan teman-temannya tidak terulang lagi kepada kita semua.
Berikut jawaban dari saya selaku praktisi keuangan bank syariah :
1.       Usahakan Anda ketika ingin membeli rumah adalah rumah yang sudah jadi bukan indent, dan sertipikatnya sudah pecah masing-masing rumah kalau memang developernya tidak ternama.

2.       Kalau Anda ingin juga membeli rumah yang masih indent , pilihlah developer yg memang sudah memiliki track record yg bagus (sudah ternama), sudah banyak membangun perumahan dimana-mana.
3.       Kalau Anda ingin membeli rumah yg masih indent, jangan mudah percaya dg ucapan atau janji manis developer tsb misalnya, rumah tsb akan segera dibangun, harga murah dan bisa KPR dg bank manapun. Pastikan memang Anda  sudah mengenal developer tsb dg baik , tahu rumah tinggalnya dan juga pekerjaannya sehari-hari.
4.       Kalau Anda ingin membeli rumah yg masih indent, pastikan legalitas surat-surat tanah tsb memang tidak bermasalah dan sudah bersertipikat masing-masing.
5.       Jangan terburu-buru dalam memilih rumah, Anda harus menyediakan waktu yang cukup dalam memilih rumah.
6.       Berdo’a memohon petunjuk kepada Allah,SWT Tuhan Yang Maha Kuasa sebelum membeli rumah.
Selamat Memilih Rumah dan berhati-hatilah agar tidak merugi.
Salam

25 Mei 2010

Bagaimana Seorang Pengusaha Bisa Mengajukan KPR Syariah?

By : Alihozi

Pada suatu hari ada seorang pegawai pemda yang datang menemui saya di kantor, ia meminta tolong agar adiknya seorang pedagang bisa mengajukan KPR ke Bank Syariah. Adiknya telah berdagang selama bertahun-tahun dan untung dagangnya banyak, akan tetapi karena kehidupannya yang boros s/d saat ini belum mempunyai rumah. Ia berharap dengan mengajukan KPR ke Bank Syariah Adiknya bisa memiliki sebuah rumah untuk dia dan keluarganya.

Saya bilang kepadanya bahwa seorang pengusaha seperti adiknya yang  seorang pedagang bisa mengajukan KPR ke Bank Syariah selama memang bisa melengkapi syarat-syarat pengajuan awal untuk seorang wiraswasta yang diberikan oleh Bank Syariah yaitu :

1. Mengisi Aplikasi Permohonan (Format Bank)
2. Usaha sudah berjalan minimal 2 tahun.
3. Fotocopy KTP, Kartu Keluarga dan Akta Nikah serta NPWP
4. Aspek Legalitas Usaha : SIUP, TDP dan Akta Pendirian kalau CV atau PT
5. Laporan Keuangan Usaha, Laba Rugi dan Neraca
6. Rekening Tabungan Bank 6 bulan terakhir
7. Fotocopy Sertipikat rumah yang akan dibeli
8. Fotocopy PBB dan IMB rumah yang akan dibeli

Dari ketujuh point syarat pengajuan awal tsb di atas ternyata adiknya tidak bisa memenuhi point yang ke 4 yaitu laporan keuangan usaha yang dikarenakan tingkat pendidikannya yang hanya tamatan SLTP. Oleh karena itu saya mencoba untuk mengajarkannya bagaimana cara membuat sebuah laporang keuangan usaha agar ia bisa mengajukan KPR ke Bank Syariah.

Mengapa saya melakukan hal itu karena dari hasil peninjauan , usaha yang dijalankan pedagang tsb cukup bagus (Fiesiable) dan bisa untuk membayar angsuran KPR ke Bank Syariah setiap bulannya. Setelah ia berhasil membuat laporan keuangan usahanya, barulah saya proses aplikasi pengajuan KPR ke Bank Syariah. Dalam kurun waktu tidak s/d 1 bulan aplikasinya sudah disetujui dan sekarang sudah bisa memiliki rumah yang diidam-idamkannya selama ini.

Dari cerita di atas banyak sebenarnya pengusaha/wiraswasta yang usahanya bagus , bisa mengajukan KPR Syariah, akan tetapi karena tidak bisa membuat laporan keuangan dan juga mutasi keuangan usahanya tidak lewat bank maka pengusaha tsb tidak bisa mengajukan KPR ke Bank Syariah. Oleh karena itu kalau ANDA seorang Pengusaha/wiraswasta ingin mengajukan KPR ke Bank Syariah dan disetujui. Cobalah untuk mulai rutin setiap bulan bertransaksi keuangan (menabung dan mengambil uang) dengan bank syariah dan juga mencatat hasil penjualan usaha dan biaya usaha ANDA setiap bulannya di sebuah buku catatan.

Selamat Mengajukan KPR ke Bank Syariah,
Salam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
Praktisi Bank Muamalat Indonesia SMS Hp:0812-1249-001 atau email ali.hozi@yahoo.co.id

24 Mei 2010

Team Audit Sharia Compliance di Bank Syariah


By : Alihozi

Kita sudah mengetahui bersama bahwa kebutuhan Sumber Daya Manusia (SDM) di Industri perbankan syariah diperkirakan bisa mencapai angka 20.000 orang, suatu angka yang banyak sekali tentunya untuk menyerap tenaga kerja di tanah air di saat sulitnya memperoleh lapangan pekerjaan. Untuk memenuhi SDM sebanyak itu tidaklah mungkin dipenuhi hanya mengandalkan dari SDM Bank Syariah yang telah ada. 

Bank Syariah harus mempunyai strategi khusus untuk memenuhi SDM tsb, seperti yang telah sering dilakukan saat ini dengan merekrut karyawan baru dari lulusan-lulusan perguruan tinggi semua jurusan disipilin ilmu atau merekrut karyawan dari bank konvensional yang ingin hijrah bekerja dari Bank Konvensional ke Bank Syariah, lalu oleh Bank Syariah diberikan pendidikan beberapa bulan mengenai konsep dan tekhnis perbankan syariah.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, Apakah karyawan yang sudah direkrut tsb yang telah diberikan training konsep dan tekhnis perbankan syariah hanya beberapa bulan saja  benar-benar sudah mempengaruhi pola fikir mereka sehingga dalam prakteknya tidak menyimpang dari konsep Bank Syariah yang sebenarnya seperti :
  1. Para karyawan bank syariah tsb benar – benar tidak lagi memakai sub system kapitalisme yaitu seperti system bunga bank baik pada saat akad awal penyaluran pembiayaan maupun pada saat akad restrukturisasi dan reschedule pembiayaan bermasalah.
  2. Para karyawan bank syariah tsb tidak meminta komisi untuk pencairan suatu pembiayaan di Bank Syariah. 

Memang di dalam Bank Syariah itu mempunyai Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang mengawasi Bank Syariah tsb agar tidak menyimpang dari konsep perbankan syariah, tetapi apakah DPS itu yang anggotanya berjumlah paling banyak 3-5 orang bisa mengawasi ribuan karyawan bank syariah ? 

Oleh karena itu diperlukan  adanya sebuah Team Audit Sharia Compliance di setiap Bank Syariah yang tugasnya membantu kerja para Dewan Pengawas Syariah untuk mengawasi jalannya praktek-praktek di Bank Syariah agar tidak terjadi penyimpangan dari konsep Bank Syariah yang sebenarnya.

 Team Audit Sharia Compliance melakukan audit terhadap seluruh bentuk – bentuk akad yang ada di bank syariah secara rutin ,  baik apakah  akad yang kaitannya dengan penyaluran pembiayaan maupun akad penyelesaian pembiayaan bermasalah di seluruh cabang-cabang Bank Syariah tsb. Setelah itu menyampaikan hasilnya ke Dewan Pengawas Syariah yang ada di Bank Syariah tsb untuk ditindaklanjuti.

Dengan adanya Team Audit Sharia Compliance kinerja Dewan Pengawas Syariah di setiap Bank Syariah dalam menjalankan fungsi pengawasan akan menjadi lebih efektif. Karena pengawasan yang berjalan efektif tsb setiap praktisi Bank Syariah berusaha untuk tidak melakukan penyimpangan terhadap konsep Bank Syariah.

Dan terakhir tentu saja  dengan meningkatnya efektifitas kerja Dewan Pengawas Syariah, kepercayaan masyarakat khususnya Umat Islam terhadap praktek Bank Syariah di tanah air akan terus  terjaga dan bertambah dengan mengatakan “Bahwa Bank Syariah tidak hanya mementingkan sisi keuntungan bisnisnya saja tapi juga benar – benar memperhatikan sisi Hukum Syariahnya.”

Salam Ukhuwah


SMS Hp: 0812-1249-001 email ali.hozi@yahoo.co.id

13 Mei 2010

Tips-Tips Mengajukan KPR Syariah Untuk Rumah Idaman Keluarga


By : Alihozi


Memiliki sebuah rumah merupakan idaman setiap keluarga baik untuk tempat tinggal ataupun untuk bisnis property. Namun karena keberadaan lahan yang semakin menjadi rebutan belakangan ini khususnya di kota-kota besar seperti Jabotabek. Juga manusia yang terus bertambah sementara area lahan tetap. Bisa dipastikan harganya akan naik dari tahun ke tahun.

Sehingga setiap keluarga yang menabung untuk membeli rumah seringkali terjadi tabungannya tidak pernah cukup untuk membeli sebuah rumah karena harga rumah yang selalu mengalami kenaikan setiap tahunnya. Kecuali kalau keluarga tsb memang mempunyai banyak uang untuk membeli sebuah rumah tsb secara cash tanpa harus menabung terlebih dahulu.

Oleh karena itu banyak keluarga yang memilih untuk mengajukan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) baik melalui Bank Konvensional ataupun Bank Syariah. Dengan KPR sebuah keluarga bisa memiliki sebuah rumah tanpa harus menunggu tabungannya cukup untuk membeli rumah, tabungannya bisa untuk membayar DP (Uang Muka) dan biaya akad KPR.

Karena saya (penulis) sekarang ini sebagai praktisi bank syariah, berikut ini saya ingin sharing knowledge bagaimana sih Tips-tipsnya mengajukan KPR Syariah agar pengajuan KPR ke bank syariah disetujui dan juga agar rumah yang dibeli tsb cocok buat keluarga dan menguntungkan secara finansial di masa yang akan datang. Berikut Tips-tipsnya :

1. Jangan Terburu-buru dalam Memilih Rumah,  Sediakan Waktu Yang Cukup.
Setiap keluarga yang ingin memilih rumah melalui KPR Syariah haruslah mempunyai waktu yang cukup untuk memilih rumah, sesuaikan dengan kriteria yang diinginkan oleh KPR Bank Syariah. Seringkali karena terburu-buru sebuah keluarga tidak lagi memperhatikan kondisi dan lokasi rumah tsb , diajukan ke bank syariah dan ditolak.

2. Perhatikan Kebutuhan Luas Rumah jangan sampai Mubazir.
Setiap keluarga yang ingin memilih rumah melalui KPR Syariah untuk tempat tinggal, haruslah memperhatikan kebutuhan luas rumah yang akan dibeli. Berapa kamar yang dibutuhkan untuk anggota keluarga , jangan sampai mubazir karena dalam ajaran Islam memiliki rumah tidak boleh banyak kamar yang kosong. Selain itu juga akan menambah besar biaya yang harus dikeluarkan kalau rumah yang dibeli terlalu besar.

3.Menghitung Plafond KPR Syariah yang sesuai dg Pendapatan Anda
Sebelum memilih berapa besar nominal KPR Syariah yang akan Anda ajukan , anda harus menghitung terlebih dahulu berapa besar plafond KPR Syariah yang akan Anda dapatkan sesuai dengan pendapatan Anda setiap bulan, apakah dari gaji tetap ataupun penghasilan dari usaha Anda.

Dan biasanya Bank Syariah menganut kaidah angsuran tidak boleh lebih dari 35%-40% dari total pendapatan Anda (take home pay). Tanyakan ke marketing bank syariah kalau pendapatan sekian , akan mendapatkan berapa besar plafond KPR Syariah  dan dengan jangka waktu berapa lama?

4.Anggaran Dana
Masalah anggaran dana seringkali menjadi kendala bagi setiap keluarga yang ingin mengambil KPR Syariah, karena kurang pengetahuan tentang masalah menghitung berapa dana yang harus disiapkan dalam mengambil KPR Syariah  Sebenarnya baik mengambil KPR Bank Syariah maupun Bank Konvensional besarannya dana yang harus disiapkan tidak jauh berbeda, 

Anggaran dana biasanya yang harus disiapkan adalah untuk membayar biaya-biaya sbb :
1.Biaya Adm dan Provisi
2.Biaya Asuransi Jiwa dan Kebakaran
3.Biaya Survei
4.Biaya Akad Notaris
5.Biaya AJB dan Biaya Balik Nama
6.Pajak BPHTB yang harus disetor ke kas negara.

Diskusikan dengan marketing bank syariah semua besaran biaya tsb dan juga dalam menghitung plafond KPR Syariah , tidak usah sungkan untuk bertanya, saya yakin mereka akan menjawab dengan senang hati.

4. Lokasi Rumah
Setelah mempersiapkan keempat hal tsb di atas barulah Anda bisa memilih lokasi rumah yang sesuai dengan Kebutuhan Anda , Plafond KPR Syariah Anda dan juga sesuai dengan Anggaran Dana Anda.   Untuk memilih lokasi rumah dengan cepat, tepat dan menghemat waktu dan saya ada beberapa tips yaitu :
1.Melihat iklan perumahan di surat kabar
2.Mengunjungi pameran – pameran rumah seperti REI Expo.
3.Memanfaatkan bantuan broker-broker property
4.Bertanya dengan pihak marketing bank syariah, karena biasanya mereka mempunyai kenalan relasi developer perumahan.

5.Legalitas
Tips yang terakhir dalam  mengajukan  KPR Syariah adalah memperhatikan aspek legalitas rumah yang akan dibeli, pastikan rumah yang dibeli sudah bersertipikat tersendiri dan tidak bermasalah,  bukti-bukti pembayaran PBB dan juga ada IMB nya. Aman dari penggusuran atau pemotongan lahan dan tidak bersengketa atau bermasalah.

Selamat Mengajukan KPR ke Bank Syariah,

Salam


Anda Membutuhkan KPR Syariahm Bank Muamalat Indonesia ? Hub Alihozi Praktisi Bank Muamalat Indonesia SMS Hp: 0812-1249-001 email ali.hozi@yahoo.co.id 

06 Mei 2010

Mencegah Kegagalan Bayar Pasca Pengambilan KPR Syariah

By : Alihozi

Dalam beberapa artikel tulisan yg lalu, saya selalu menyarankan kepada  para keluarga atau perusahaan yang ingin mengambil KPR untuk rumah , apartemen, ruko dan rukan pilihlah KPR Bank Syariah yang bebas dari fluktuasi suku bunga pasar untuk meminimalisir tingkat kegagalan bayar KPR dan juga agar bisa merencanakan keuangan keluarga dengan lebih baik.

Walaupun begitu dengan KPR Syariah bukan berarti bayangan terjadinya kegagalan bayar tidak ada, tetap saja kemungkinan gagal bayar pada KPR Syariah bisa saja terjadi maka perlu antisipasi untuk mencegahnya.

Berikut ini penulis akan mencoba sharing tentang bagaimana caranya mencegah kegagalan bayar pasca pengambilan KPR Syariah agar keluarga yang mengambil KPR Syariah tidak mengalami kegagalan dalam melunasi angsuran KPR Syariah yang masih berjalan, dengan mengambil sebuah contoh.

“Alkisah ada sebuah keluarga yaitu keluarga SN yang mengambil KPR Syariah di sebuah bank syariah ternama di Jakarta. SN dan istrinya sengaja mengambil KPR Syariah selama 10 tahun di Bank Syariah dengan harapan bisa memiliki rumah yang sederhana untuk anak-anak mereka dan bisa melunasinya sampai masa akhir perjanjian KPR Syariah tsb.

SN sejak awal mengikuti kaidah angsuran pembiayaan KPR 30-35% saja dari total pendapatan gajinya sesuai ketentuan dari bank syariah yang memberikannya pembiayaanKPR Syariah, sekarang angsuran rumahnya tinggal 4 tahun lagi. Akankah keluarga SN yang bahagia tsb bisa mengalami gagal bayar di KPR nya yang tinggal 4 tahun lagi?

Apabila Diketahui Keluarga SN

1.Biaya hidup saat ini : Rp.15.800.000,-/tahun

2.Penghasilan tetap Rp.3.000.000 x 12 = Rp.36.000.000,- (tidak berubah selama 4tahun)

3.Prediksi inflasi tahunan 7%

4.Cicilan KPR Syariah = Rp.18.000.000,-/tahun (angsuran tetap per tahunnya)

5.Jangka waktu KPR Syariah tinggal 4 tahun dibayar mulai tahun depan

6. Total kebutuhan cicilan KPR Syariah Rp.18.000.000 x 4 = Rp.72.000.000,-

Jawab :

Biaya hidup masa depan = biaya hidup saat ini x (1+prediksi inflasi tahunan) jumlah tahun

Biaya hidup 2 tahun lagi = Rp.15.800.000x 1,07 pangkat 2 = Rp.18.090.000,-

Maka sisa penghasilan setelah dikurangi biaya hidup 2 tahun lagi = Rp.36.000.000-18.090.000= Rp. 17.910.000,-

Dari perhitungan sederhana tsb tampak bahwa sejak tahun ke 2 keluarga SN akan mengalami gagal bayar karena tak mampu menyisihkan uang sebesar cicilan KPR yaitu Rp.18.000.000,-

Untuk mencegah masalah seperti keluarga SN tsb agar tidak terjadi pada nasabah yang lain adalah maka alangkah baiknya mulai dari tahun pertama pengambilan KPR Syariah, selama sisa penghasilan masih lebih besar dari cicilan KPR nasabah mulai menabung menyiapkan diri untuk menutupi kekurangan di masa depan.

Selamat Mencoba,

Salam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
Jika anda yang membutuhkan konsultasi KPR Syariah atau ingin mengajukan KPR Syariah Bank Muamalat hubungi Alihozi SMS HP:0812-1249-001 email ali.hozi@yahoo.co.id

01 Mei 2010

Untung Dg KPR Syariah Dalam Berinvestasi Property


By : alihozi 

Menjadi praktisi keuangan bank syariah merupakan suatu anugerah buat saya pribadi yg patut saya syukuri karena saya bisa bertemu dg banyak orang dari segala macam profesi yg membutuhkan jasa konsultasi saya untuk memiliki  sebuah property apakah itu rumah tinggal., apartemen, ruko atau rukan melalu KPR Syariah.

Kebanyakan dari mereka yg menggunakan KPR Syariah memiliki sebuah property adalah untuk rumah tinggal, sedikit sekali mereka yg berfikir  memiliki sebuah property adalah untuk berinvestasi, mungkin karena kebanyakan dari mereka adalah yg belum memiliki rumah tinggal sehingga tidak berfikir memiliki rumah untuk berinvestasi.

Sebenarnya memiliki sebuah property itu bisa untuk rumah tinggal sekaligus untuk berinvestasi asalkan dalam memilih sebuah property apakah itu rumah tinggal. ruko atau rukan untuk bisnis adalah yg mempunyai nilai jual yg tinggi di masa  yg akan datang.

Dan sebuah property yg memiliki nilai jual tinggi di masa yg akan datang adalah sebuah property yg memiliki lokasi srategis, bisa masuk mobil, tidak banjir, tidak dekat kuburan dan tidak dekat dg sutet tenggangan tinggi.

Mungkin anda akan mengatakan property yg memiliki lokasi strategis tsb adalah sangat mahal harganya, saya akan jawab tidak juga karena apabila anda selalu berfikir seperti itu anda akan kehilangan sebuah peluang bisnis yg sangat besar yaitu mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan property tsb di masa yg akan datang.

Anda harus lebih sabar dalam memilih property, anda bisa memilih rumah lama (second) yg harganya tidak semahal rumah baru dan bagus dg menggunakan KPR Syariah , lalu. Anda menggunakan sisa uang  anda untuk merenovasi rumah yg lama tsb menjadi seperti baru dan lebih bagus lagi.

InsyaAllah setelah itu anda tawarkan kepada pihak lain harganya akan tinggi dan anda bisa melunasi hutang KPR Syariah anda lebih cepat dan mengambil keuntungan yg besar karena KPR Syariah tidak mengenakan pinalti dari pelunasan dipercepat dan angsurannya yg tidak sensitif terhadap pergerakan tingkat suku bunga.

Selamat Mencoba Berinvestasi Property dg KPR Syariah

Salam

Anda membutuhkan konsultasi atau ingin mengajukan KPR Syariah  Bank Muamalat Indonesia untuk kepemilikan Rumah Tinggal,. Ruko/Rukan bisa kirim email : ali.hozi@yahoo.co.id atau  Hp:021 -92999-803 atau-0812-1249-001

23 April 2010

Mengajukan KPR Syariah Ribet & Bertele-tele ? Tidak Juga Tuh.


By : alihozi

Pada bulan Desember 2009, ada seorang suami yg bernama Tn,Putra (Nama samaran Red) yg ingin sekali memiliki rumah karena selama ini dia dan keluarganya masih tinggal bersama orangtua. Saat ini Tn.Putra bekerja di salah satu BUMN ternama di Jakarta dan ia ingin sekali membeli rumah melalui KPR Syariah., karena KPR Syariah menurutnya tidak sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga pasar.

Lalu ia mulai mengumpulkan informasi seputar KPR Syariah via internet termasuk menanyakannya di salah satu milis perencanaan keuangan keluarga yg cukup ternama. Tn.Putra menanyakan kepada para peserta milis perencanaan keuangan keluarga tsb informasi KPR Syariah mana yg paling murah.

Oleh salah satu peserta milis dijawab :

“ Mungkin perlu ditambahkan, bukan hanya KPR syariah yang murah, Namun proses nya mudah dan syaratnya nggak neko-neko. Saya banyak dapat omongan dari teman-teman yg menyatakan..."gak usah nyari KPR ke bank syariah...ribet, mahal, dan prosesnya bertele-tele mending ke bank konvensional saja.”

Itulah salah satu pernyataan dari salah satu anggota masyarakat kita yg percaya dg beredarnya berita negatif tentang proses pengajuan KPR Syariah, padahal kebenaran berita tsb belum teruji dan ia sendiri belum membuktikannya sendiri baru katanya dan katanya.

Lalu saya yg juga anggota milis tsb menjawab :

“Saya hanya ingin meluruskan saja sebenarnya pengajuan KPR syariah tidaklah ribet, mahal dan bertele-tele selama memang syarat-syarat pengajuannya lengkap.  Coba buktikan sendiri, jangan katanya-katanya dari orang lain. Mau bukti ? Bagi rekan-rekan milis yang ingin mengajukan KPR Syariah bisa melalui saya pricingnya kompetitif, tidak mahal dan syarat-syarat nya mudah.”

Pada awal bulan maret Tn.Putra menghubungi saya untuk mengajukan KPR Syariah melaui saya dg mengirimkan data-data pengajuannya via email, setelah saya jelaskan keunggulan KPR Syariah dibandingkan dg KPR Konvensional dan juga biaya akad KPR +/-5 % dari plafond yg diajukan dan Tn.Putra setuju untuk mengambil KPR Syariah di tempat saya.

Lalu saya mulai memprosesnya dan Alhamdulillah dalam tempo +/- 2 minggu Tn.Putra sudah bisa melakukan akad KPR Syariah di kantor saya dan sekarang sudah bisa memiliki rumah yg diidamkannya bersama keluarga.

Demikianlah kisah nyata perjalan Tn.Putra yg ingin memiliki rumah melalui KPR Syariah dan terbukti kalau pengajuan KPR Syariah tidaklah mahal, ribet dan bertele-tele tidak seperti yang dikatakan banyak orang.

Salam Ukhuwah


Anda ingin mengajukan KPR Syariah untuk Rumah.Rukan dan Ruko ke Bank Muamalat Indonesia? Hub : Ali SMS Hp: 0812-1249-001 atau email ali.hozi@yahoo.co.id

01 April 2010

MENGAJUKAN KREDIT PERUSAHAAN KE BANK SYARIAH ?

Apabila perusahaan anda membutuhkan pembiayaan/Kredit Bank syariah untuk modal kerja, investasi seperti kepemilikan ruko dan rukan dll bisa menghubungi :

Alihozi
Marketing Bank Muamalat Indonesia
Hp:0812-1249-001 atau email ali.hozi@yahoo.co.id

Syarat-syarat umum pengajuan :
1. Perusahaan Sudah berjalan minimal 2 tahun
2. Surat Permohonan.
3. Fotocopy NPWP, SIUP, TDP dan legalitas lainnya
4. Fotocopy KTP Direksi
5. Company Profile perusahaan
6. Akta Pendirian dan perubahannya
7. Surat Pengesahan dari Dept Kehakiman
8. Fotocopy Rekening koran 6 bulan terakhir
9. Laporan Keuangan 3 tahun terakhir
10. Cash Flow projection selama masa pembiayaan
11. Data Jaminan : Fotocopy SHM/SHGB Tanah&Bangunan, PBB & IMB
12. Dokumen -dokumen lain yang menunjang usaha

Info Lanjut hubungi :
Alihozi
Marketing Bank Muamalat Indonesia
Hp:0812-1249-001 atau email ali.hozi@yahoo.co.id