12 November 2012

Catatan Ekonomi Islam di Hari Pahlawan

CATATAN EKONOMI ISLAM DI HARI PAHLAWAN

By : Alihozi

Pada peringatan hari pahlawan tahun 2012 ini saya teringat ketika masih duduk di bangku SLTP tahun 1992 menemukan buku sejarah di perpustakaan sekolah yang tidak ditemukan pada buku – buku resmi pelajaran sejarah di bangku sekolah. Dan bagi saya pribadi buku tsb cukup mengejutkan karena buku tebal yang berjudul “10 November pertempuran sur
abaya “ tsb menceritakan fakta sebenarnya perjuangan Alm Bung Tomo dan Arek-arek Surabaya pada tanggal 10 November 1945.

Pada buku tsb menceritakan secara detail perjuangan ummat Islma Surabaya, saya baru mengetahui bahwa pertempuran sangat luar biasa heroiknya. Karena perang itu dikobarkan oleh semangat jihad ummat Islam melalui para ulama seperti K.H Hasyim Asyari dan tokoh pejuang seperti Bung Tomo. Ummat Islam, dari Para Ulama, Kyai dan para santri dan ummat Islam Surabaya lainnya bahu membahu berjuang dengan darah dan nyawanya mengusir Sekutu (inggris dan Belanda) dari bumi pertiwi. Mereka semua tidak gentar sedikitpun dengan kuatnya persenjataan Sekutu, pemenang perang dunia ke I2.

Dengan kalimat takbir dan persenjataan seadanya mereka ummat Islam bersatu padu berjuang melawan canggihnya persenjataan sekutu. Ummat Islam waktu itu bukan tidak mempunyai persenjataan canggih seperti artileri medan dan artileri pertahanan udara, tetapi ummat Islam waktu itu masih sedikit yang bisa mengoperasikan persenjataan canggih hasil rampasan perang tentara Jepang. Namun dengan semangat jihad yang sudah menghujam dalam dada pemuda – pemuda Islam bertekad mati syahid melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali di negeri tercinta ini.

Pada buku tersebut diceritakan bahwa pemuda – pemuda Islam tsb dan para santri banyak mati syahid, dengan memasang bom dinamit di badannya untuk menghadapi pasukan lapis baja Inggris, dengan memaksa masuk ke dalam tank dan meledakkan diri di dalamnya, sehingga tentara-tentara Inggris banyak yang ketakutan dan memilih hanya bertahan di dalam kota surabaya, yang artinya tentara Inggris tidak bisa menguasai seluruh kota surabaya.....”AllahuAkbar – AllahuAkbar kalau bukan dengan kalimat takbir dengan apa saya bisa mengajak rakyat surabaya berjihad melawan sekutu...”kata Bung Tomo di salah satu pidatonya yang sering dikutip oleh Alm KH.Zaenudin MZ pada setiap caramah agamanya.

Saya sebagai salah satu generasi penerus dada ini selalu bergetar dan menitikkan air mata kalau mengingat kisah sebenarnya pertempuran surabaya yang heroik tersebut, kenapa kisah sebenarnya itu tidak pernah ada di buku – buku sejarah resmi sekolah dasar sd SLTA , mengapa jasa – jasa perjuangan ummat Islam ditutup – tutupi, ditambah lagi kalau membaca salah satu tokoh perjuangan pertempuran surabaya yang masih hidup yaitu Bung Tomo pada tahun 1978 dipenjara oleh penguasa orde baru karena sikap kritisnya yang selalu mengkritik kebijakan – kebijakan ekonomi yang lebih berpihak kepada ras tertentu dan meninggalkan menyejahterakan ummat Islam nota bene adalah rakyat Indonesia mayoritas.

Bung Tomo sangat kritis dengan kebijakan – kebijakan ekomi rezim orde baru karena tidak rela kalau pemerintah pada waktu itu lebih berpihak kepada ras tertentu dan meninggalkan ummat Islam yang sudah berjuang dengan heroik dengan mengorbankan nyawa, darah, harta dan air mata. Saat ini nasi sudah menjadi bubur ummat Islam memang sudah termarginalkan secara ekonomi kekayaan alam di negara ini yang memegang adalah ras tertentu dan pihak asing, ummat Islam lebih banyak hanya menjadi pekerja di negara sendiri dan sedikit sekali yang menjadi pengusaha.

Ummat Islam Indonesia pada era reformasi ini sebenarnya sudah lebih leluasa untuk kembali bangkit melawan segala bentuk ketertinggalan di bidang ekonomi dengan pemerintah walaupun belummaksimal , pemerintah sekarang ini sudah membuka seluasnya – luasnya kesempatan yang sama untuk berusaha seperti dengan program kredit usaha rakyat KUR dan program – program lainnya.

Ummat Islam harus bangkit dan dengan izin Allah,SWT pasti bisa bangkit dengan segala sumber daya yang ada, melepaskan segala ikatan masa lalu yang telah meminggirkan ummat Islam dalam bidang ekonomi. Ummat Islam adalah ummat yang terbaik yang diberikan oleh Allah,SWT kecerdasan berfikir dan tidak malas dalam bekerja , ummat Islam harus bergerak meninggalkan cita-cita terus menjadi pegawai menuju cita- cita menjadi pengusaha.

Mengapa saya bisa berkata seperti itu bahwa dengan izin Allah,SWT ummat Islam pasti bisa bangkit memegang kembali kendali negara ini termasuk dalam bidang ekonomi ? Selama saya menjadi praktisi bank syariah yang sering terjun ke masyarakat melihat bahwa ummat Islam Indonesia ini kalau mau berusaha ternyata pintar – pintar untuk membuat suatu usaha apapun, seperti pertemuan baru – baru ini saya dengan seorang nasabah yaitu seorang pemuda lulusan STM yang bisa membuat dengan tangannya sendiri mesin peralatan - peralatan kontruksi , mesin bubut tanpa bantuan dari pihak lain sedikitpun.

Salam Ukhuwah

Alihozi

26 April 2012

Honesty is a Mighty Power of Sharia Bank

Honesty is a Mighty Power of Sharia Bank

By Alihozi

“Kamu (ummat Islam) adalah ummat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makhruf dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah....”

Berdasarkan penelitian saya terhadap perilaku nasabah bank syariah selama menjadi bankir bank syariah dalam kurun waktu 10 tahun sejak tahun 2002 s/d saat ini, ternyata alasan paling utama nasabah – nasabah bank syariah itu mau melakukan transaksi di bank syariah adalah karena keyakinan mereka akan kejujuran para pekerja di bank syariah dari level atas s/d level bawah.

Mereka berkeyakinan bahwa uang mereka akan dikelola dengan amanah dan profesional. Ini berarti saat ini para pekerja bank syariah mendapatkan kepercayaan yang sangat besar dari masyarakat dan kepercayaan ini tentu saja tidak boleh dikhianati dengan segala bentuk kecurangan.

Beberapa waktu yang lalu kita diperlihatkan  beberapa kejadian skandal-skandal keuangan di dunia perbankan nasional , yang mana salah satunya justru itu terjadi di bank papan atas asing yang sudah terkenal akan keamanannya  dalam mengelola dana nasabah  dan setiap anggota masyarakat yang memiliki kartu kredit bank asing tsb memiliki rasa kebanggaan sendiri (prestise)

Namun apadaya malang tidak bisa ditolak, untung tidak bisa diraih, hanya karena perbuatan curang seorang oknum pegawai bank tsb  seolah-olah nama bank asing itu akan hancur seketika dan bank asing tsb mendapatkan hukuman dari bank sentral tanah air akibat kelalaian dalam pengawasan terhadap oknum pegawainya tsb.  Itulah contoh kejadian nyata yang mana hal tsb  bisa terjadi di bank manapun tidak mengenal apakah itu baik bank konvensional maupun bank syariah.

Karena dalam dunia perbankan, walaupun mayoritas pekerjanya memiliki sifat jujur, hanya dibutuhkan beberapa apel yang busuk, beberapa nasabah atau pekerja yang tidak jujur untuk membuat bank-bank mengalami kesulitan-kesulitan serius. Satu penipuan besar saja dapat menyebabkan institusi-institusi keuangan mengalami kejatuhan.(1)

Kalau satu bank mengalami kejatuhan dikhawatirkan akan berimbas ke bank lain, kegagalan bank berganda dikenal dengan istilah bank panic , dimana para deposan atau penabung dalam kondisi panik akan menarik depositonya karena kegagalan  bank, coba kita lihat kembali peristiwa bank panic pada tahun 1997 s/d 1998 yang melanda tanah air..(2)

Mudah-mudahan kita semua berharap istilah bank panic tidak terjadi di bank syariah tanah air tercinta ini karena bukan hanya system perbankan syariah akan hancur tapi juga akan menghantam secara keseluruhan system ekonomi Islam dengan hilangnya kepercayaan masyarakat terhadap ajaran islam. Nau’zubillah.

Oleh karena itulah  bila kita kaitkan dengan ayat dalam Al-Qur’an awal paragrah tulisan ini , masalah nilai – nilai kejujuran  ini  harus betul-betul dipafahami dan ditanamkan oleh setiap pekerja bank syariah yaitu harus menjadi teladan , contoh yang baik bagi masyarakat dalam mewujudkan nilai-nilai kejujuran dan mengetahui betul segala konsekuensi logisnya bila melanggar nilai kejujuran tsb.

Setiap pekerja bank syariah harus ingat bahwa bekerja di bank syariah merupakan amanah yang besar dari masyarakat yang tentu saja nanti akan dimintakan pertanggungjawaban di mahkamah Illahi  yang mana tidak ada seorangpun penolong kecuali amal dan perbuatan baiknya yang dipenuhi dengan nilai kejujuran.

Kejujuran pekerja bank syariah bisa diwujudkan dengan menyeleksi orang-orang yang akan bekerja di bank syariah adalah orang-orang yang mempunyai komitmen kuat terhadap nilai-nilai ajaran Islam dan untuk para pekerja  harus ada refresh aktualisasi nilai – nilai ajaran Islam  melalui pengajian-pengajian rutin di setiap kantor bank syariah.  Selain itu juga tentu saja harus ada perhatian kesejahteraan dari pihak manajemen kepada para pekerja bank syariah sesuai dengan kontirbusi pekerja tsb kepada bank syariah.

Dan terakhir harus ada pengawasan dan punishment  bagi  para pekerja bank syariah yang mencoba – coba melakukan perbuatan kecurangan baik pengawasan dari manajemen bank syariah itu sendiri maupun dari bank sentral atau otoritas keuangan lainnya di tanah air.

Sebagai penutup catatan kecil ini berikut adalah pertemuan penulis dengan salah seorang nasabah yang sangat senang dengan kejujuran pekerja bank syariah, agar setiap pekerja bank syariah mempunyai motivasi kuat untu menegakkan nilai-nilai kejujuran dalam menjalankan bisnis perbankan sehingga kejujuran itu menjadi kekuatan terbesar bank syariah dalam memenangkan persaingan di dunia perbankan nasional.  

“Saya bertemu dengan seorang  pengusaha sektor UKM di Jakarta pada bulan Januari 2011, namanya Pak IR. Ia  mengeluhkan kepada saya, kenapa perusahaannya sulit sekali mendapatkan kredit modal kerja dari bank swasta asing terbesar di tanah air,  padahal usahanya  sudah feasible dan bankable , mutasi rekening usahanya sejak berdiri 3 tahun yg lalu selalu menggunakan bank swasta asing terbesar tsb dan sangat bagus, usahanya menguntungkan, dan juga memiliki collateral.
Setiap ia mengajukan kredit modal kerja malah ditawarkan kredit kepemilikan rumah (KPR), lalu ia berfikir  apa karena ia dari sektor ukm bukan dari corporate, yang kreditnya relatif tidak terlalu besar  , sehingga sulit mendapatkan kredit modal kerja?

Saya tidak terlalu memikirkan cerita Pak IR tsb,  saya hanya berkata kepada dia,  bapak sekarang cobalah untuk mengumpulkan semua data dan persyaratan pengajuan pembiayaan modal kerja ke bank syariah, saya akan coba membantu perusahaan bapak prosesnya semaksimal mungkin, apapun keputusannya tergantung dari komite pembiayaan bank syariah tempat saya.

Alhamdulillah dalam tempo kira – kirat 3 minggu  perusahaan Pak IR sudah bisa mendapatkan pembiayaan modal kerja dari bank syariah tempat saya dengan akad  al-musyarakah (bagi hasil) dan saat ini sudah bisa berkembang jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelum mendapatkan bantuan pembiayaan modal kerja dari bank syariah.

Waktu terus berjalan, Setelah pembiayaan pertama lunas, ia mengajukan kembali pembiayaan modal yang kedua.  Pada saat akad pembiayaan modal kerja yang kedua ke notaris , ia berbicara dengan bahasa daerah dg notaris (kebetulan ia berasal dari satu daerah dg notaris) sambil tersenyum lebar keduanya melihat saya.

Setelah selesai akad, Lalu saya bertanya kepada staff notaris bank syariah tsb, apa maksud dari perkataan Pak IR dengan notaris tsb?
Staff notaris itu menjawab, “ Pak Ali , Pak IR mengatakan alasan paling utama mengapa ia memilih menjadi nasabah deposan dan pembiayaan bank syariah bukan karena pelayanannya yang cepat akan tetapi KEJUJURAN para pegawai bank syariah yang sangat ia sukai.
Lalu saya terus merenung , apa yang dikatakan oleh Pak IR juga dikatakan oleh nasabah pembiayaan bank syariah lainnya, ternyata kekuatan terbesar bank syariah di tanah air tercinta ini adalah terletak pada KEJUJURAN para pegawainya dari level atas sampai dengan level bawah.

Mahas Suci  Engkau Tidak Ada Ilmu kecuali yang telah engkau ajarkan kpd hamba , sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.
Wallahua’lam

Al – Faqir


http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah
http://alihozi77.blogspot.com

Sumber Bacaan :
1.    Al-Qur’an dan Himpunan Hadist Shahih Bukhari
2.    Islamic Finance , Ibrahim Warde
3.    The Economic  of Money, Banking and Financial Market, Prof .Dr. Frederic S.Mishkin
4.    Fiqih Riba, Dr.Abdul Azhim Jalal Abu Zaid
5.    Iqtishaduna, Muhamad Baqir Assdr
6.    Strategi Genius Marketing ala Rasulullah
7.    Membongkar Konspirasi Bunga Bank, Tareq Al-Diwany
8.    Surat Kabar  Peristiwa Bank Panic tahun 1997- 1998

08 April 2012

Tangis Seorang Ibu Pengusaha dan Bahaya Compound Interest

By : Alihozi

Sepanjang perjalanan saya sebagai seorang bankir bank syariah sudah bertemu dengan berbagai macam orang dengan berbagai macam latar belakang profesi dari pegawai sampa...i dengan pengusaha , dan hal itu membuat semakin menyad...arkan saya tentang bahayanya system compund interest (bunga berbunga) sub system bank konvensional dan pentingnya kita kembali kepada system ekonomi Islam yang bebas interest. Pengetahuan tentang hal inilah yang tidak saya dapatkan ketika saya bekerja sebagai Senior Accounting di perusahaan retail besar di Jakarta.

Sebelum menjadi bankir syariah , saya termasuk orang – orang yang mengatakan bahwa system bank syariah adalah sama dengan system bank konvensional. Untuk membuktikan pemikiran saya tsb saya terjun langsung menjadi bankir syariah, dan sekarang sesudah empat tahun berjalan menjadi bankir syariah ternyata pemikiran saya tsb tidak terbukti . Selama empat tahun tsb ternyata system bank syariah bukan hanya berbeda dengan bank konvensional tetapi adalah jauh lebih baik dan lebih adil dibandingkan dengan system bank konvensional.

Tulisan saya kali ini memang tidak akan mampu merubah dunia Islam yang sudah dalam cengkraman kuat system bank konvensional dengan sub system compounding interestnya, tetapi setidaknya saya mempunyai harapan besar agar sedikit demi sedikit ummat Islam kembali menyadari bahwa system interest adalah sebuah system yang bisa membawa bencana dunia dan akhirat kepada siapa saja yang menggunakannya baik bagi penyimpan maupun bagi peminjam uang.

Dan juga harapan agar ummat Islam bisa kembali kepada system ekonominya sendiri yaitu system ekonomi Islam seperti bank syariah yang bisa mendatangkan kemaslahatan untuk ummat Islam di Indonesia khususnya dan ummat Islam di Indonesia dan ummat Islam seluruh dunia pada umumnya.

Untuk meyakinkan para pembaca yang budiman tentang bahaya compund interest (bunga berbunga) dan kelebihan system bank syariah. Berikut ini sebuah kisah nyata bagaimana system sebuah bank konvensional dengan sub system compound interestnya telah membuat seorang Ibu pengusaha terjebak hutang di bank konvensional dengan sub system compund interestnya.

Suatu hari pada awal bulan Januari 2012, saya mengadakan perjalanan di daerah Jakarta Timur dalam rangka solisit seorang Ibu pengusaha , setelah berbicara baru ½ jam tiba-tiba pengusaha tsb berurai air mata sambil memegang kepalanya, saya jadi tidak enak melihatnya. Saya tunggu beberapa saat , setelah reda air matanya ia bercerita bahwa sebelum saya menawarkan pembiayaan bank syariah, ia sudah mendapatkan fasilitas kredit dari salah satu bank konvensional untuk membeli mesin produksi seharga 1 Milyar jangka waktu 5 tahun dan sudah berjalan masuk tahun ke tiga .

Selama satu tahun pinjamannya tidak ada masalah karena usahanya sedang bagus-bagusnya sehingga ia tidak pernah telat dalam membayar angsuran pinjaman + bunganya dan belum terkena compound interest.

Menginjak usia pinjaman tahun ke dua , usahanya mendadak turun 50% omzetnya karena pesanan dari langganannya tiba-tiba menurun drastis. Sehingga mempengaruhi pembayaran angsuran pinjaman + bunganya ke bank konvensional dari lancar menjadi sering telat, yang membuat ia sedih mengapa jumlah cicilannya menjadi semakin besar. Lalu saya meminta prin out rekening koran kredit miliknya, setelah membacanya ternyata ia telah terjebak pada system compund interest.

Berikut ini saya ilustrasikan dengan sederhana mengapa hutang Ibu Pengusaha tsb menjadi semakin membesar :
Jika Ibu Pengusaha tsb meminjam 1.000.000.000 , jangka waktu 5 tahun, interet 14% pa atau 1,166% per bulan , cicilan pokok per enam bulan Rp.100.000.000, Karena usahanya sedang bagus , Ibu tsb membayar dengan lancar angsuran pokok dan angsuran bunganya setiap bulan yaitu Rp.11.166.667 selama 6 bulan pertama, dan Rp.10.500.000 pada 6 bulan ke dua.

Pada tahun kedua atau bulan ke 13 masa kredit usahanya mendadak turun drastis, Ibu tsb mulai telat membayar angsuran bunga pinjaman, perlu diketahui posisi hutang pokoknya adalah Rp.800.000.000,-, kalau ia tidak terlambat maka ia membayar bunga adalah Rp.9.333.333,- per bulan, karena ia tidak membayar angsuran bunga selama 3 bulan maka bunganya yang harus dibayar pada bulan ke 16 adalah sbb :

1.Tunggakan bunga Bulan ke 13 = Rp.9.333.333,-
2.Tunggakan bunga Bulan ke 14 = Rp.9.333.333,-
3.Tunggakan bunga Bulan ke 15 = Rp.9.333.333,-
4.Bunga Bulan ke 16 = (Rp.800.000.000,- + (Rp.9.333.33 x 3bl) x 1,166% = Rp.9.660.000,-

Dari ilustrasi sederhana tsb di atas maka jelas kita lihat mengapa kalau Ibu tsb semakin sering telat membayar angsuran maka jumlah bunga yang harus ia bayar akan semakin besar, apalagi saat saya bertemu pinjamannya sudah menginjak tahun ke tiga, saudara bisa menghitung sendiri berapa besarnya bunga yang harus ia bayar, maka sangatlah wajar kalau ibu itu sangat sedih.

Hal ini sangat berbeda kalau misalnya ibu tsb membeli mesin produksi dengan pembiayaan bank syariah , system bank syariah tidak mengenal istilah compound interest yang ada adalah harga beli + margin = harga jual, yang mana bank syariah tidak boleh merubah harga jual yang sudah disepakati apapun yang terjadi dengan usaha nasabah tsb.

Sebagai seorang yang mengaku beriman kepada Allah,SWT dan hari akhir dari kisah nyata tsb di atas tentu saja akan mengatakan bahwa system compund interest salah satu bank konvensional tsb adalah riba yang sangat diharamkan karena telah berbuat zalim terhadap Ibu Pengusaha tsb di atas karena terus dikenakan bunga berbunga padahal usahanya sedang mengalami penurunan.

Wallahua’lam

Ya Allah Ya Rabb Ampunilah Hamba yang penuh dosa ini dan Orang-orang yang beriman baik yang masih hidup maupun yang sudah meninggal.

Salam


Tangerang, 8 April 2011

Alihozi (Praktisi Bank Syariah)
http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah
http://alihozi77.blogspot.com

06 April 2012

Pasar Cipulir dan Keharmonisan Bank Syariah dengan Sektor UKM



By Alihozi
Pasar Cipulir merupakan salah satu pusat bisnis pasar grosir di  Indonesia yang sangat terkenal , bukan hanya terkenal sebagai pusat belanja pakaian yang murah akan tetapi juga terkenal dengan kemacetannya dan daerah banjir. Orang yang di tinggal di Ibu Kota Jakarta kalau mendengar kata-kata daerah Cipulir sudah akan dipastikan akan menarik napas karena langsung teringat dengan kemacetannya dan banjir siklus 5 tahunan yang parah.




Sebenarnya untuk mengurai kemacetan di daerah Cipulir tidaklah terlalu sulit bila ada kemauan dari pemerintah daerah untuk melakukannya, kunci kemacetan di daerah Cipulir adalah lampu merah perdatam yaitu kendaraan dari daerah ciledug yang akan berbelok ke arah bintaro agar dilarang karena berbenturan dengan kendaraan dari arah bintaro yang akan menuju pasar Cipulir dan masalah banjir  mudah-mudahan tahun 2012 ini tidak terjadi banjir parah seperti pada tahun 2007 dan tahun 2002.




Penulis saat ini bertugas di Bank Syariah daerah  Cipulir tsb, disana penulis sering berinteraksi bersosialisasi dengan para pengusaha kecil dan menengah , produsen berbagai pakaian jadi baik untuk anak-anak dan dewasa. Saya berusaha membantu mereka yang ingin mendapatkan jasa pelayanan bank syariah, selama memang usaha mereka feasible dan bankable untuk dibiayai.  Sudah banyak diantara mereka yang menjadi nasabah bank syariah baik nasabah pendanaan dan juga pembiayaan.  

Seperti Pak HBY misalnya, ia seorang produsen celana levis anak-anak, dulu sebelum mengenal bank syariah  ia hanya mengandalkan hasil  keuntungan usaha untuk mengembangkan usaha karena ia sangat takut meminjam ke bank konvensional ,  takut terjerat  yang namanya pinjaman bunga berbunga atau kata kerennya Compound Interest.  Tetapi suatu hari bulan Januari 2012 akhirnya  ia datang ke bank syariah bertemu saya karena mengalami kesulitan modal  untuk menambah jumlah produksi celana,   sedangkan pesanan terus bertambah.  Lalu saya  menjelaskan syarat dan ketentuan meminjam modal di bank syariah.

Ternyata Pak HBY tidak bisa memenuhi persyaratan laporan keuangan 2 tahun dan juga casflow projection rencana pengembangan usaha, karena ia memang tidak memiliki kemampuan untk mebuatnya, melihat semangatnya yang besar untuk mengembangkan usahanya saya coba membantunya dan Alhamdulillah saat ini pengembangan usaha Pak HBY bisa berjalan dengan baik dengan bantuan bank syariah.

Demikianlah kisah singkat saya dengan salah seorang pengusaha UKM di Cipulir, kesimpulannya seorang  bankir syariah  siapapun dia orangnya baik level bawah maupun yang sudah level atas, haruslah menjalin hubungan yang harmonis dengan para pengusaha sektor UKM, jangan hanya karena pengajuan pembiayaan kecil lalu tidak mau memperdulikan mereka.

Karena Usaha kecil dan menengah (UKM)  merupakan usaha yang paling tahan terhadap krisis ekonomi yang melanda Indonesia sejak tahun 1998 dan paling banyak dalam menyerap tenaga kerja sampai pada tingkat 80%. Selain itu juga karena karakteristik utama dan tujuan didirikannya  bank syariah adalah agar  terwujudnya keadilan sosioekonomi dan pemerataan distribusi pendapatan dan kekayaan serta terbukanya kesempatan kerja yang luas , hal ini hanya bisa terwujud apabila kalangan bankir bank syariah baik level atas maupun level bawah  mempertahankan karekteristik utama bank syariah.itu sendiri atau dengan kata lain tidak hanya memakai sub system bank syariah yang menguntungkan bagi mereka saja.

Untuk menambah semangat membantu  pengusaha sektor UKM ,  seorang bankir syariah haruslah mengingat kembali sejarah awal  bank syariah mulai didirikan pada tahun 1992 di negeri ini . Pada waktu itu ketika akan meminta izin dari pemerintahan orde baru yang sangat phobia terhadap ajaran Islam , MUI & ICMI yang diketuai Pak Adi Sasono waktu itu oleh pemerintahan orde baru diberondong beberapa pertanyaan mengapa harus ada bank syariah apakah ada kaitannya akan didirikannya sebuah negara Islam.

Pak Adi Sasono berusaha meyakinkan pemerintahan orde baru kalau tujuan mendirikan bank syariah adalah bukan untuk mendirikan negara Islam tetapi untuk memenuhi aspirasi ummat Islam di bidang ekonomi yang menginginkan adanya system perbankan yang non ribawi sesuai dengan keyakinan agamanya dan dengan adanya bank syariah diharapkan bisa berperan sebagai instrumen baru pengembangan sector usaha kecil dan menengah yang cakupannya sangat luas. Alasan-alasan tsb dapat diterima dan selanjutnya proses pendirian bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) berjalan lancar dan terus maju pesat seperti sekarang ini.
Berdasarkan penjelasan Pak Adi Sasono tsb diatas bahwa tujuan didirikannya bank syariah salah satunya adalah agar bisa menjadi instrument baru pengembangan sector usaha kecil dan menengah, inilah yang disebut karakteristik utama bank syariah yaitu mewujudkan keadilan sosio ekonomi dan pemerataan pendapatan / kekayaan dengan mendukung pengembangan sector Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan terbukanya kesempatan kerja yang luas.
Tangerang , 6 April 2012




Alihozi (Praktisi Bank Syariah)
http://alihozi77.blogspot.com
http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah

05 April 2012

Senyum Pak Haji dan Konsep Stabilitas Pembiayaan Bank Syariah

By : Alihozi

Perjalanan saya pertama kali ke kota Batam di bulan Januari 2011 merupakan salah satu peristiwa yang tidak akan terlupakan dalam hidup saya sebagai s...eorang bankir bank syariah. Meninjau project salah satu nasabah yaitu penyediaan tenaga kerja (Man Power Suply) untuk pembuatan kapal penangkapan ikan berukuran sangat besar di sana. Kota Batam merupakan kota industri yang maju dengan segala kelengkapan infrastrukturnya yang sengaja dibangun pemerintah untuk menarik investor asing menanamkan modalnya di Indonesia.

Nasabah kami, panggil saja ia Pak Haji AH mendapatkan project Man Power Suply di kota Batam dari salah satu perusahaan asing pembuatan kapal laut berukuran besar. Sepanjang perjalanan menuju lokasi project banyak sekali yang kami bicarakan khususnya sejarah perkembangan kota Batam dan pembahasan mengenai pembiayaan di Bank Syariah. Pak Haji AH mulai bertanya kepada saya,

“ Pak Ali, Apa yang menjadi keuntungan atau benefit bagi perusahaan kami apabila pengajuan pembiayaan kami disetujui Bank Syariah tempat Pak Ali , dibandingkan dengan kami mengajukan kredit di Bank Konvensional, karena setelah kami pelajari ternyata tingkat bagi hasil yang kami bayarkan kepada Bank Syariah ternyata lebih mahal 2% dibandingkan dengan Bank Konvensional ? “ ucap Pak Haji AH sambil menatap saya dengan tersenyum.

Saya berfikir sejenak, bagaimana menjawab pertanyaan tsb karena saya menyadari kalau Pak Haji ini merupakan nasabah yang sangat rasional profit oriented bukan nasabah emosional religius yaitu nasabah yang tidak terlalu memperhatikan keharaman bunga bank tetapi ia lebih mengutamakan keuntungan (profit) bagi perusahaannya . Lalu saya menjawab,

“Pak Haji Maaf sebelumnya, Keuntungan Pertama : “Pada konsep pembiayaan Bank Syariah itu sangat berbeda jauh dengan kredit Bank Konvensional. Kalau Pak Haji mengajukan pembiayaan di Bank Syariah akan mendapatkan keuntungan berupa stabilnya tingkat pembayaran bagi hasil ke Bank Syariah sedangkan kalau Pak Haji membayar bunga ke Bank Konvensional memang awalnya murah tapi Pak Haji suatu saat nanti bisa mengalami kerugian karena adanya perubahan tingkat suku bunga yang tinggi secara tiba-tiba.”

Saya terus menjelaskan pentingnya Konsep Stabilitas Pembiayaan Bank Syariah,

“Pak Haji, Sesuatu yang stabil tentunya tak banyak bergoyang, maksudnya bergoyang dalam dunia ekonomi berarti selisih pembayaran angsuran hutang setiap bulannya/tahunnya adalah kecil , tidak besar. Kestabilan amat dibutuhkan apabila kita mengharapkan kepastian terutama kita berniat mengambil utang untuk perusahaan ataupun untuk pribadi. Tentunya kita tidak mau dicap gagal bayar dan masuk dalam catatan buruk di perbankan bukan? Dalam kondisi semacam itu, kita akan memilih jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak .

“Jenis utang yang pembayarannya stabil tidak bergejolak tentu saja utang yang tidak terpengaruh dengan fluktuasi system bunga yaitu jenis utang yang memakai konsep pembiayaan bank syariah. Dengan konsep pembiayaan bank syariah stabilitas pengembalian utang akan lebih terjaga karena dengan konsep pembiayaan bank syariah , suatu bank syariah tidak diperkenankan merubah tingkat bagi hasil atau pricing yang sudah disepakati pada saat akad s/d akad tsb selesai walaupun fluktuasi tingkat suku bunga sedang tinggi misalnya karena krisis ekonomi.”

“Keuntungan Yang Kedua bila Pak Haji mengajukan pembiayaan di Bank Syariah tempat saya adalah InsyaAllah saya akan memberikan pelayanan yang cepat dan akan membantu memberikan masukan atau solusi-solusi atas masalah manajemen keuangan untuk perusahaan Pak Haji.”

Pak Haji tersenyum sangat indah seindah pantai di Jembatan Balerang kota Batam, mendengarkan penjelasan saya mengenai Konsep Stabilitas Pembiayaan Pada Bank Syariah.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah,SWT karena pertolongan-Nya saya kembali bisa mengajak salah satu pengusaha kota Jakarta bergabung dengan Bank Syariah dan saat ini merupakan nasabah yang loyal baik untuk pembiayaan maupun untuk pendanaan.

Sebagai catatan akhir pada tulisan ini kita harus mengingat bahwa Tiada manusia yang sempurna, sehebat apapun perencanaan keuangan kita termasuk dengan dibantu ekonom ternamapun, pasti ada saja variable-variabel yang benar-benar tak terduga yang mempengaruhi perencanaan keuangan pribadi atau perusahaan kita . Contoh variabel tidak terduga adalah krisis ekonomi yang berpengaruh pada fluktuasi tingkat suku bunga seperti krisis ekonomi tahun 1997-1998 dan krisis ekonomi global tahun 2008-2009.

Ahli keuangan dan perbankan dari Columbia Univesity , Prof.Frederic S.Mishkin. Dalam bukunya yang berjudul “ The Economics of Money, Banking and Financial Markets “ pada Bab tentang Perilaku Suku Bunga , Ia menjelaskan bahwa suku bunga dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan obligasi negara/swasta dan juga dipengaruhi oleh penawaran dan permintaan uang dalam system perekonomian.

Ia juga mengakui bahwa tingkat suku bunga sangat berfluktuasi tajam dan sangat sulit diprediksikan kapan naik dan turunnya, seringkali para ahli yang paling top sekalipun meleset dalam meramal tingkat suku bunga.”

Tangerang, 05 April 2012


Alihozi (Praktisi Bank Syariah)

 http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah
http://alihozi77.blogspot.com/

01 April 2012

Penerapan Strategi Perang Rasulullah Dalam Pemasaran Produk Bank Syariah


By : Alihozi

Dalam buku-buku sirah nabawiyah kita bisa mengetahui perjuangan Rasulullah dan para sahabat dalam menegakkan kalimat tauhid dimuka bumi ini teramatlah berat , banyak pengorbanan yang diberikan buka hanya waktu, fikiran, tenaga dan harta akan tetapi juga  darah dan air mata melalui peperangan melawan kaum kafir baik dari bangsa arab sendiri maupun kaum kafir bangsa romawi dan kaum kafir bangsa Persia, oleh karena itu belumlah sempurna iman seorang muslim kalau ia tidak mencintai Rasulullah dan para sahabat yaitu tidak mau tahu sejarah perjalanan perjuangan Rasulullah dan para sahabat dan meneladaninya.

Pada kesempatan kali ini  penulis tidak akan kembali menceritakan detail perjalanan perjuangan Rasulullah dan para sahabat tsb karena mereka sudah mendapatkan tempat terhormat untuk itu. Penulis hanya akan menguraikan sedikit penerapan strategi perang Rasulullah dalam pemasaran produk – produk bank syariah karena profesi penulis sebagai seorang bankir syariah semoga Allah,SWT meridhai tulisan ini agar bisa bermanfaat bagi orang lain yang   ingin terjun ke dunia praktek perbankan syariah khususnya dunia pemasaran (marketing).

Kalau kita perhatikan dengan seksama dalam buku – buku sejarah Islam setiap peperangan yang dilakukan oleh Rasulullah dan para sahabat selalau diakhiri dengan kemenangan kecuali perang uhud mengalami kekalahan itupun bukan kesalahan Rasulullah dalam melakukan strategi peperangan akan tetapi karena  tidak patuhnya sebagian para sahabat terhadap perintah Rasulullah. Maka tidaklah heran kalau strategi tempur Rasullah banyak panglima perang terkenal sesudahnya yang mengikutinya.   Yang menjadi pertanyaan sekarang, dengan tetap menomor satukan pertolongan dari Allah,SWT apa sebenarnya yang menjadi faktor penentu kemenangan Rasulullah dan para sahabat dalam setiap peperangan tsb , berikut beberapa faktor  penentu kemenangan tsb yaitu :
1.      Iman (moralitas dan loyalitas) para sahabat (prajurit muslim) yang siap berkorban apa saja termasuk mati untuk Allah dan Rasulnya.
2.      Kepemimpinan atau keteladanan  Rasulullah yang baik dan berkarakter kuat.
   
    Penggunaan semua sumber daya yang dimiliki Rasulullah dan para sahabat untuk memenangkan setiap pertempuran.
4.      Kedisiplinan dan kepatuhan para sahabat dalam menjalankan perintah pimpinan yaitu Rasulullah.
5.      Pengetahuan dan Pemahaman Rasulullah dan para sahabat akan kekuatan dan kelemahan lawan yang sangat bagus.
6.      Kecepatan  Rasulullah dan para sahabat dalam menjalankan strategi pertempuran yang sudah direncanakan. 
7.      Kemampuan Rasulullah dan Sahabat dalam bertahan menghadapi serangan musuh baik dari dalam maupun dari luar.
8.      Dan lain sebagainya

Bank syariah-bank syariah di Indonesia, yang dalam menjalankan operasionalnya berdasarkan hukum syariah yang dibawa Rasulullah  sudah seyogyanya  menggunakan strategi perang Rasulullah sebagai strategi pemasaran produk mereka. Dan juga karena         dalam memasarkan produknya, bank syariah di Indonesia menghadapi dunia persaingan yang berat, yang dapat diibaratkan sebagai sebuah pertempuran, karena menghadapi competitor – competitor  yang sudah berpengalaman ratusan tahun dalam menjalankan bisnis perbankan nasioal ditambah lagi kurang adanya dukungan dari pemerintah yang sampai dengan saat ini belum mau mengkonversi salah satu bak BUMN menjadi Bank Syariah   . Sampai saat ini pangsa perbankan syariah masih amat kecil bila dibandingkan dengan pasar perbankan nasional.
Oleh karena itu Bank syariah harus memiliki factor-faktor penentu kemenanan perang Rasulullah tsb di atas agar dapat memenangkan persaingan yang berat  itu.

Pertama, Bank syariah harus memiliki pimpinan dan karyawan yan memiliki moralitas (iman) yan kuat yaitu mempunyai rasa memiliki bank syariah karena mencari ridha Allah,SWT yaitu selain sebagai tempat untuk mencari nafkah hidup juga menjadikan bank syariah sebagai tempat memperjuangkan dakwah Islam di tanah air,  apabila pimpinan dan karyawan bank syariah tidak ada rasa memiliki bank syariah tsb maka pimpinan dan karyawan tsb tidak akan mau berkorban memberikan yang terbaik untuk bank syariah.

Kedua, Bank Syariah harus memiliki pimpinan dari level  atas s/d  pimpinan level bawah  yang bisa memberikan keteladanan bagi karyawan bank syariah yang dibawah supervisinya, tidak hanya pandai memberikan intruksi dari belakang meja tapi juga membantu bawahannya yang sedag menghadapi kesulitan dalam memasarkan produk-produk bank syariah.

Sebagai contoh Rasulullah dalam setiap pertempuran tidak hanya pandai memberikan intruksi tapi juga ikut tampil paling depan di medan pertempuran yaitu pernah dalam peran uhud  Rasulullah terluka wajahnya terkena lemparan senjata kaum kafir qurais dan terperosok dalam lubang., dalam perang khandaq Rasulullah ikut membatu menggali parit   Dan perang hunain di saat para sahabat lari ketakutan, Rasulullah tetap maju paling depan sehingga para sahabat menemukan kembali keberanian bertempurnya serta masih banyak contoh teladan Rasulullad lainnya. dalam medan pertempuran. 

Ketiga, Rasulullah dalam setiap pertempuran mengerahkan semua sumber daya dan kemampuan setiap para sahabat ,  Bank Syariah bila ingin memenangkan persaingan dengan competitor harus mengerahkan potensi semua pegawai untuk mempengaruhi kepuasan pelanggan secara langsung maupun tidak langsung tidak hanya mengandalkan bagian marketing. Semua pegawai harus menyadari keuntungan bagi perusahaan untuk mempertahankan pelanggan dalam jangka panjang.. Namun, tidak semua pegawai berhubungan langsung dengan pelanggan. Oleh karena  membangun hubungan pelanggan tidak selalu mungkin dilakukan secara langsung, dengan demikian bentuk-bentuk hubungan antara satu pegawai dengan pegawai lain terhadap para pelanggan akan berbeda dengan tujuan yang sama.

Keempat , Pengetahuan dan Pemahaman Rasulullah dan para sahabat akan kekuatan dan kelemahan lawan sangatlah bagus, sehingga Rasulullah bisa menerapkan strategi yang tepat dalam menghadapi setiap pertempuran, Contoh dalam perang khandak Rasulullah dan para sahabat sebelum pertempuran sudah mengetahui kekuatan dan kelemahan musuh dengan menyebarkan spionase(mata-mata) di segala penjuru jazirah arab sehingga bisa menerapkan strategi perang parit,  Bank Syariah yang ingin memenangkan persaingan dengan bank konvensional haruslah memberikan pendidikan kepada setiap pegawainya pengetahuan bukan hanya tentang perbankan syariah tetapi juga penetahuan tentang perbankan konvensional. Bagaimana bank syariah bisa memenangkan persaingan kalau pegawainya jika ditanya tentang keunggulan dan benefit bank syariah  dibandingkan dengan bank konvensional tidak bisa menjawab karena kurangnya pengetahuan.   

Dan juga bank syariah harus mengumpulkan semua informasi pasar yang penting. Penggunaan spionase (mata-mata)   pasar yang jitu akan meningkatkan pengetahuan untuk menyerang pasar dan mendiferensiasikan diri dalam mind share pelanggan. Pemasar bank syariah juga tidak bisa mengabaikan gerakan pesaing, lebih-lebih lagi tidak bisa mengabaikan kebutuhan nasabah. Dalam dunia pemasaran perbankan nasional , bank syariah harus  mengenal siapa nasabahnya, mengenal siapa pesaingnya, dan mengenal diri bank syariah sendiri untuk dapat merebut kemenangan.

Tangerang , 1 April 2012



Alihozi (praktisi bank syariah)

31 Maret 2012

MEREBUT PASAR PERBANKAN NASIONAL DENGAN MEMANFAATKAN KELEMAHAN LAWAN

By Alihozi

Perjalanan saya ke kota padang tepatnya daerah lubuk alung , pada tanggal 13 Maret 2012 dalam rangka perjalanan dinas meninjau lokasi project usaha nasabah, sangat memberikan kesan mendalam pada diri saya sebagai seorang bankir bank syariah..Bukan hanya bisa lebih mengenal lebih dekat karakter nasabah tapi juga saya bisa lebih... mengenal karakter orang-orang padang yang saya temui di sana itu ternyata sangat ramah dengan tamunya dan gemar membaca buku-buku pendidikan.

Kesan yang mendalam dari kota padang tsb membuat saya terinspirasi untuk membuat buku catatan harian yang memuat semua pengalaman saya selama menjadi bankir bank syariah , pengalaman bertemu dengan nasabah – nasabah Bank Syariah dengan harapan semoga Allah,SWT memberikan ridhaNya dan rahmatNya kpd saya agar catatan-catatan kecil saya ini bisa bermanfaat untuk generasi mendatang yang akan terjun ke dunia nyata praktek perbankan syariah khususnya bidang marketing pembiayaan.

Catatan kecil ini saya awali tentu saja dari perkenalan saya
dengan nasabah yang mengajak saya pertama kali ke kota padang tsb.

Pada suatu pagi hari di pertengahan bulan Oktober 2011 di kantor saya kedatangan seorang tamu , ia memperkenalkan diri dengan nama Pak RND walaupun penampilannya sangat sedehana , ternyata ia memiliki sebuah perusahaan. Ia mendapatkan nomor Hp saya dari koleganya yang sudah terlebih dahulu menjadi nasabah saya di bank syariah.

Pada pertemuan tsb Pak RND sangat berharap agar saya bersedia membantu perusahaannya mendapatkan bantuan modal kerja untuk expansi usaha . Saya serius memperhatikan apa yang menjadi kebutuhannya, lalu saya menjelaskan syarat-syarat dan ketentuan pengajuan pinjaman dana untuk modal kerja usaha di bank syariah yaitu seperti usaha yang dijalankan sudah >2th, Company Profile, Akta pendirian dan legalitas usaha, rekening usaha 6 bulan, financial report 2 tahun dan juga collateral (jaminan) yang akan diberikan ke bank syariah tempat saya bekerja.

Hasil pertemuan pertama tsb Pak RND sangat puas karena sambutan saya yang langsung merespon dengan baik apa yang menjadi keinginannya tsb. Lalu segera ia menyiapkan semua berkas dan persyaratan yang dibutuhkan oleh bank syariah, dalam dua minggu tepatnya di awal bulan November 2011 semua sudah diserahkan ke saya untuk segera diproses.

Saya pelajari dengan secara seksama semua data perusahaan Pak RND tsb dan ternyata usahanya feasible dan bankable untuk dibiayai bank syariah lalu dalam kurun waktu +/- 3 minggu saya meprosesnya, Alhamdulillah pengajuan pembiayaan perusahaan Pak RND sudah disetujui dan langsung bisa akad dengan bank syariah tempat saya bekerja dan 3 hari sesudah akad, fasilitas pembiayaan tsb sudah bisa dicairkan.

Pak RND sangat berterimakasih sekali kepada saya, dengan bantuan pembiayaan modal kerja tsb maka ekspansi perusahaannya berjalan dengan baik, sebagai bentuk rasa terimakasihnya ia berkomitmen untuk memindahkan semua mutasi keuangan usahanya ke Bank Syariah tempat saya bekerja, dan sampai dengan bulan Maret 2012 ini, perusahaan Pak RND benar-benar memenuhi komitmennya memindahkan mutasi usahanya ke Bank Syariah tempat saya bekerja.

Suatu hari di bulan Januari 2012 , saya pernah berkunjung ke kantornya selain ingin melihat perkembangan usahanya juga karena didorong rasa penasaran saya,”Mengapa Pak RND yang sebelum mengenal Bank Syariah, perusahaan Pak RND adalah perusahaan yang sudah melakukan mutasi usaha cukup lama di Bank Konvensional, tetapi tidak mengajukan kredit di Bank Konvensional tsb?”

Pak RND lalu menjelaskan mengapa ia mengajukan pembiayaan modal kerja di bank syariah tempat saya bekerja, karena kekecewaannya terhadap bank konvensional tsb yang lambat merespon dalam membantu perusahaannya mendapatkan kredit modal kerja padahal selama ini ia melakukan mutasi keuangan usahanya di bank konvensional dan ia sampai dengan saat ini tidak mengetahui apa alasan yang jelas perusahaannya kurang mendapatkan respon untuk mendapatkan fasilitas kredit dari bank konvensional tsb.

Dan juga ia mengatakan setelah ia mendapatkan fasilitas pembiayaan modal kerja dari bank syariah tempat saya bekerja , barulah ia mendapatkan tawaran kredit modal kerja dari bank konvensional tsb dengan plafond 3 x lipat dari yang diberikan bank syariah , tapi menurutnya itu sudah terlambat karena hatinya sudah terpaut dengan bank syariah tempat saya bekerja yang sejak awal telah membantu ekspansi perusahaannya.

Alhamdulillah saya bersyukur kepada Allah,SWT karena berkat pertolonganNya bisa mengajak salah satu pengusaha di Jakarta untuk bergabung denga bank syariah tempat saya bekerja dan sampai dengan saat ini menjadi nasabah loyal , nasabah yang tidak mudah berpindah karena pergerakan tingkat suku bunga.
Pertemuan sejak awal dengan Pak RND sampai dengan menjadi nasabah loyal di bank syariah tempat saya bekerja semakin menambah keyakinan saya tentang beberapa hal yaitu :

1.Strategi perang Sun Tzu mengarahkan kita fokus pada kelemahan kompetitor, yang bakal memaksimalkan profit karena dapat meminimalkan sumber daya yang digunakan. “Pasukan itu ibarat air. Agar bisa mengalir, dia harus menghindari tempat tinggi dan mencari tempat rendah. Makanya, hindarilah kekuatan dan seranglah kelemahan lawan,” demikianlah petuah Sun Tzu.

Berdasarkan pertuah Sun Tzu tsb jadi untuk mendapatkan nasabah bank syariah yang loyal, seorang bankir bank syariah haruslah memanfaatkan kelemahan competitor, misalnya seperti pada kasus Pak RND di atas, kalau competitor lambat dalam merespon apa yang menjadi kebutuhan calon nasabah, maka bankir bank syariah haruslah segera dengan cepat merespon apa yang menjadi kebutuhan nasabah tsb .

Mintakan saja terlebih dahulu yang menjadi syarat dan ketentuan bank syariah, pelajari dan analisa dengan seksama usaha yang dijalankan calon nasabah, bila bagus proses lebih lanjut dan bila berhasil disetujui maka potensi nasabah tsb menjadi nasabah loyal sangatlah besar.

2.Dalam memberikan penjelasan ke nasabah berilah penjelasan tidak hanya fitur-fitur produk pembiayaannya tetapi juga benefit apa yang ia bisa dapatkan apabila memakai produk - produk bank syariah.

Tangerang, 28 Maret 2012

Alihozi
http://www.facebook.com/SejutaSenyumDenganBankirBankSyariah

22 September 2011

Bank Syariah dan Perkembangan Dakwah Islam

By : Alihozi

Suatu hari saya melakukan kunjungan kerja kepada salah satu pengusaha property dalam rangka melakukan kerjasama pembiayaan perumahan , setelah membicarakan berbagai hal mengenai persiapan kerjasama pembiayaan perumahan tsb,  pengusaha itu yakni seorang ibu separuh baya usianya sekitar 50th berkata kepada saya,

“ Pak Ali saya boleh bertanya sesuatu tentang masalah agama?”, kata pengusaha tsb sambil tersenyum.

“Silahkan Ibu ”, sahut saya.

“Begini pak ali, kebiasaan saya saya selalu menghindari hari kamis untuk setiap melakukan transaksi bisnis property,  berdasarkan nasihat orang pintar kpd saya kalau hari kamis merupakan hari sial buat saya, menurut  pak ali bagaimana perihal masalah ini, ”...Ibu pengusaha tsb mengajukan pertanyaannya dg wajah yg serius sekali.

“Maaf ibu sebelumnya, sepanjang pengetahuan saya dalam ajaran agama Islam semua hari itu baik tidak ada istilah hari sial untuk kita, yang sering membuat hidup kita sial dan juga susah adalah diri kita sendiri yg sering tidak mau taat atas segala perintah-Nya dan sering melanggar larangan-larangan Allah,SWT seperti melalaikan shalat, melakukan perbuatan musyrik seperti datang ke dukun atau paranormal , melanggar hak-hak orang lain seperti korupsi  serta  tidak mau berbuat baik dg sesama, seperti tdk mengeluarkan zakat dan tdk mau bersedekah.” ..saya berusaha menjelaskan dan Ibu pengusaha tsb merasa puas dg jawaban saya.

Cerita di atas merupakan kisah nyata yg saya alami sendiri sebagai seorang bankir bank syariah , dan masih banyak kisah lain pertemuan saya dg anggota masyarakat yg menjadi nasabah syariah yg banyak menanyakan perihal ajaran agama Islam bukan hanya tentang ekonomi syariah, Alhamdulillah kalau  bisa saya jawab dan kalau tdk bisa saya akan bilang saya tdk mengetahuinya.

KH.Anwar Ibrahim salah seorang ulama ternama dan sekaligus salah satu anggota DSN MUI pernah memberikan nasehat kepada saya ketika bertugas di Bintaro bahwa bekerja di bank syariah sangat berbeda dg kalau bekerja di bankkonvensional , masyarakat menganggap bahwa yg bekerja di bank syariah adalah Ustdz semua sehingga masyarakat akan banyak menanyakan perihal agama dan pegawai bank syariah haruslam amanah dan jujur.

Berdasarkan nasehat beliau tsb, orang – orang yang bekerja di bank syariah memiliki nilai plus yang tidak dimiliki oleh orang-orang yg bekerja di bank konvensional yaitu bekerja bisa sekaligus berdakwah , mengajak orang lain kembali kepada ajaran Islam. Sehingga kalau kita lihat saat ini perkembangan dakwah Islam sejak bank syariah lahir mulai mengalami kemajuan yg signifikan , indikatornya adalah setiap nasabah yg datang bukan hanya menanyakan produk – produk perbankan syariah tapi juga bila ada kesempatan menanyakan perihal ajaran agama Islam yg lainnya, banyaknya kampus yg membukan jurusan ekonomi syariah, pengajian-pengajian di kantor bank syariah, seminar-seminar ekonomi syariah..dan lain sebagainya.

Inilah yang menjadi kekhawatiran sekolompok kecil orang di DPR periode 2004-2009 yang tidak menyukai bank syariah dan mereka berusaha menjenggal lahirnya UU Perbankan Syariah tahun 2008,  mereka khawatir  dengan perkembangan bank syariah yg semakin pesat dg ditandainya lahirnya UU tsb  akan menyebabkan perkembangan dakwah islam di tanah air akan semakin pesat.

Sekolompok orang tsb tidak menyadari bahwa Islam adalah agama yg tidak memaksakan ajarannya kpd ummat lain, lahirnya UU Perbankan Syariah tahun 2008 lahir adalah bukan hanya untuk orang Islam tapi juga untuk semua anggota masyarakat walaupun dia bukan muslim dalam memerangi segala bentuk praktek ekonomi kapitalis.

Seorang Muslim yang akan bekerja di bank syariah harus menyadari sebelumnya segala bentuk konsekuensinya yaitu bekerja di bank syariah adalah bukan hanya semata-mata mencari nafkah kehidupan akan tetapi juga sebagai sarana berdakwah, suka atau tidak harus memberikan contoh yg baik bagi masyarakat luas dalam segala tindak tanduk perbuatannya sehari-hari kalau ini tidak dilakukan oleh para pegawai bank syariah maka bank syariah nasional akan kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan berakibat juga kepada system ekonomi Islam secara keseluruhan.

Untuk menambah spirit kita sebagai muslim dalam berdakwah berikut saya kutip sebuah hadist Rasululullah yg artinya sbb:
“Barangsiapa yg menyeru kpd kebajikan, maka baginya balasan yg sama banyaknya dg balasan2 yg diberikan kpd siapa yg mengikutinya, tdk dikurangi balsan mereka itu walau sedikitpun. Dan barangsiapa yg menyeru kpd kesesatan, maka baginya dosa yg sama banyaknya dg dosa-dosa yg dikenakan ke atas siapa yg mengikutinya, tdk dikurangi dosa mereka itu walu sedikitpun.”

Wallahua’lam
Salam

alihozi (praktisi bank syariah)
http://Alihozi77.blogspot.com
email : ali.hozi@yahoo.co.id

Menjaga Ikatan Emosioanal Nasabah Bank Syariah

By : alihozi

Pengalaman saya yang sangat berkesan ketika baru-baru bekerja di bank syariah tahun 2002 adalah pertemuan saya pada tahun tsb dengan seorang ibu separuh baya yang menjadi nasabah bank syariah tempat saya bekerja, orangnya mudah diingat karena memang berpakaiannya berbeda dengan nasabah yang lain. Ia selalu memakai jilbab dan baju yang serba hitam walaupun begitu ia sangat ramah , pernah suatu ketika ia mengatakan kepada saya mengapa ia memilih bank syariah,

“ Pak Ali saya memilih bank syariah untuk tempat saya menabung uang saya karena saya percaya orang-orang yang bekerja di bank syariah ini adalah orang-orang yang amanah dan jujur, walaupun pada krisis moneter & perbankan tahun 1998 suku bunga perbankan mencapai 70% saya tetap memilih bank syariah yang bagi hasilnya jauuuh lebih kecil karena saya yakin uang saya akan aman di bank syariah, waktu itu saya khawatir kalau saya menyimpan di bank konvensional uang saya akan sulit ditarik kembali kalau saya butuhkan dan sekarang pemikiran saya tsb terbukti kan di saat bank-bank konvensional banyak yang harus disuntik dana likuiditas oleh pemerintah melalui bunga obligasi rekap karena mengalami negative spread, bank syariah tidak menerima dana sepeserpun dari pemerintah dan uang saya tetap aman di bank syariah.”

Dari kisah di atas dan kisah – kisah nasabah lain yang terjadi di lapangan tentang mengapa anggota masyarakat memilih bank syariah, saya mengambil kesimpulan bahwa sebagian besar nasabah bank syariah yang loyal adalah orang – orang yang mempunyai ikatan emosional yang kuat dengan bank syariah, bukan hanya karena ikatan emosional agama yakni takut akan bahaya riba tetapi juga karena ikatan emosional percaya kepada orang-orang yang bekerja di bank syariah adalah orang-orang yang amanah dan jujur serta ikatan emosional dengan orang-orang yang bekerja di bank syariah yang melayani mereka penuh dengan keikhlasan dan dengan rasa kekeluargaan.

Ikatan-ikatan emosional seperti inilah yang ada dalam masyarakat bisa dijadikan modal besar bagi dunia perbankan syariah untuk mencapai pangsa pasar yang lebih besar karena saat ini pangsa pasar bank syariah baru 2% dari pangsa pasar perbankan nasional. Menurut Dirut salah satu bank konvensional terbesar di Indonesia, sekarang sudah menjadi Menkeu , bank yang tetap survive saat ini adalah bank yang memiliki nasabah-nasabah yang loyal yakni nasabah yang tidak mudah terpengaruh dengan fluktuasi tingkat suku bunga


Adalah suatu yang mustahil bisa mencapai pangsa pasar yang lebih besar kalau bank-bank syariah yang ada sekarang tidak menjaga ikatan-ikatan emosional masyarakat tsb di atas atau tidak bisa menjaga kepercayaan masyarakat , suatu yang mustahil bank syariah menjadi lebih besar kalau misalnya bank syariah tsb tidak amanah/tidak jujur dalam mengelola dana ummat (masyarakat) atau misalnya dalam pelayanan di bank syariah petugas  bank syariah seperti front linernya hanya duduk-duduk saja (tidak sigap) atau tidak dengan rasa  keikhlasan dan rasa kekeluargaan melayani nasabah bank syariah yang datang.

Tanpa mengesampingkan aspek-aspek lainnya seperti tekhnologi, jaringan dan tingkat bagi hasil yang diberikan bank syariah, saya yakin dengan menjaga ikatan emosional nasabah bank syariah tsb maka pangsa pasar bank syariah akan semakin besar.

Waktu saya bertugas di kawasan bintaro saya pernah diberikan wejangan oleh seorang ulama yang cukup ternama yang kalau tidak salah beliau juga salah satu anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) MUI yang tinggal di daerah bintaro, agar saya sungguh-sungguh (amanah) dalam melayani nasabah bank syariah dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjalankan ajaran agama Islam, karena menurutnya masyarakat telah menganggap orang-orang yang bekerja di bank syariah adalah ustadz semua, beliau merasa sangat prihatin kalau karyawan bank syariah masih ada yang belum bisa baca Al-Qur’an.

Nasehat ulama tsb sangat berbekas kepada saya sampai saat ini sehingga mendorong saya untuk menulis judul tulisan ini, mudah-mudahan ke depan bank syariah tidak hanya menjalankan system ekonomi syariahnya saja tetapi juga bisa menjaga ikatan-ikatan emosional dalam masyarakat tsb di atas sehingga bank syariah bisa tetap survive dan menjadi lebih besar pangsa pasarnya, dan hal terakhir yang perlu diingat adalah bangsa Indonesia merupakan bangsa yang sebagian besar masyarakatnya lebih mudah tersentuh sisi emosionalnya (Nb:Yang Positif) dibandingkan dengan sisi rasionalnya.

Salam

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
Praktisi Bank Syariah  email : ali.hozi@yahoo.co.id

05 Juni 2011

Keadilan System Distribusi Ekonomi Islam

By : alihozi

Para pelajar muslim sejak abad ke 21 s/d ini semuanya  sejak duduk bangku sekolah dasar mengenal yang namanya system distribusi dalam ekonomi adalah distribusi kekayaan yang dihasilkan, pembahasannya selalu adalah PRODUKSI mendahului diskusi tentang DISTRIBUSINYA. Tidak mengetahui apakah system distribusi yang dipelajari tsb sesuai atau tidak dg ajaran Islam.

Sedikit sekali pelajar yang mengenal tentang system distribusi dalam ekonomi Islam kecuali yang memang sudah mempelajari secara khusus tentang Ekonomi Islam itu sendiri.

Perlu kita ketahui sebelumnya sebenarnya Distribusi kekayaan dalam ekonomi itu ada dua tingkatan , yg pertama adala distribusi sumber-sumber produksi, sedangkan yg kedua adalah distribusi kekayaan produktif.

Yang dimaksud dg sumber-sumber produski adalah tanah, bahan-bahan mentah, alat-alat dan mesin yg dibutuhkan untuk memproduksi beragam barang dan komoditas, yg mana semua ini berperan dalam proses  produksi pertanian dan proses produksi industri atau dalam keduanya..

Para ekonom kapitalis mengkaji masalah-masalah  distribusi dg kerangka kapitalis, mereka tidak melihat kekayaan masyarakat secara keseluruhan dan sumber-sumber produksinya. Yang mereka kaji hanyalah distribusi kekayaan yg dihasilkan yakni pendapatan nasional dan bukan kekayaan nasional secara keseluruhan.

Yang mereka maksud dg pendapatan nasional adalah seluruh barang modal dan jasa yg dihasilkan atau dalam istilah yg lebih jelas, nilai uang cash seluruh kekayaan yg dihasilkan selama satu tahun. Maka diskusi tentang produksi mendahului diskusi tentang distribusi, selama yg dimaksud adalah distribusi nilai uang dari barang-barang produktif diantara factor-faktor dan sumber-sumber produksi.

Atas dasar ini, kita menemukan ekonomi politik kapitalis menempatkan produksi sebagai bahasan pertama dalam diskusi. Ia pertama mengkaji masalah-masalah produksi baru kemudian mengkaji masalah-masalah distribusi., sehingga banyak sekali terjadi ketidak adilan  di negara – negara yang menganut system distribusi dg kerangka kapitalis..

Bagaimana dengan ajaran Islam ? Islam membicarakan masalah-masalah distribusi tdak seperti EKONOMI KAPITALIS YG MENGABAIKAN DISTRIBUSI SUMBER-SUMBER PRODUKSI serta menyerahkan begitu saja pada kendali dan wewenang pihak  yg terkuat dibawah semboyan kebebasan ekonomi yg melayani kepentingan pihak terkuat serta melapangkan jalan bagi eksploitasi monopolistic atas alam dan apapun yg dikandungnya beserta segenap kegunaannya.

Sebaliknya, ISLAM IKUT CAMPUR TANGAN SECARA POSITIF DALAM DISTRIBUSI ALAM dan apapun yg dikandungnya serta membagi semua itu kedalam sejumlah kategori seperti kepemilikan pribadi, kepemilkan publik, kepemilikan negara  dan kepemilikan publik yg bebas untuk semua.


Salam
Al-Faqir

Alihozi http://alihozi77.blogspot.com
Sumber Bacaan : Iqtishaduna M.Baqir Ash Shadr