04 April 2008

Peran Ulama Dalam Membantu Akselerasi Pertumbuhan Bank Syariah


(Dari Kisah Nyata)

Oleh : Alihozi

Pada saat saya bertugas di kawasan bintaro ada salah satu kisah yang tak terlupakan yaitu pertemuan saya dengan seorang nenek yang usianya sudah mencapai 70 tahun, walaupun begitu ia masih terlihat sehat dan kuat untuk pergi kemana saja sendirian, termasuk pergi ke kantor tempat saya bekerja untuk bertransaksi perbankan syariah setiap bulan sekali.

Nenek tsb merupakan nasabah prima di kantor bank tempat saya bekerja, ada suatu hal yang membuat saya kagum dengan nenek tsb yaitu selain sangat ramah, ia begitu setia menjadi nasabah bank syariah , tidak seperti sebagian besar masyarakat bintaro lainnya yang masih bertransaksi di bank konvensional.

Pada suatu hari saya bertanya kepada Nenek tsb :

“ Maaf bu, Apa yang membuat ibu begitu setia menjadi nasabah di bank syariah kami ini ?

Nenek itu tersenyum bahagia dan menjawab “Pada awalnya saya dan teman – teman saya mengikuti suatu pengajian, yang mana Ustadznya itu menyarankan agar kami itu hijrah dari bank konvensional menjadi nasabah bank syariah, karena Ustad tsb mengalami sendiri bahwa menjadi nasabah bank syariah itu membawa keberkahan dan membuat usaha menjadi maju.. Oleh karena itu pak ali, sampai saat ini saya masih menjadi nasabah bank syariah. “

Apa yang dikatakan nenek itu mengingatkan kepada kita , bahwa peran ulama (para Kyai, Ustadz, dll) itu amatlah penting untuk membantu akselerasi pertumbuhan bank syariah di tanah air. Para ulama merupakan orang – orang yang paling disegani oleh anggota masyarakat, untuk menjelaskan pentingnya memakai system perbankan sendiri yang diambil dari ajaran Islam dan tidak memakai system bank kapitalis supaya bisa mengejar ketinggalan ummat muslim di bidang ekonomi .

Ada satu hal lagi peran ulama yaitu para ulama merupakan orang – orang yang bisa mengkritisi system perbankan syariah yang sudah ada agar tetap sesuai dengan nilai – nilai ajaran islam yang melarang system ekonomi ribawi.

Jakarta , 04 April 2008

Alihozi

Tidak ada komentar: